SUMENEP, koranmadura.com – Sejak diresmikan pada 2016 silam, hingga sekarang penjualan kios di lantai II Blok A Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menunjukkan prospek yang baik atau stagnan. Lebih satu tahun baru di lantai dasar berpenghuni.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPRS, Novi Sujatmiko menjelaskan, itu karena selama ini Blok A Pasar Anom Baru belum dikelola dengan baik. “Mohon maaf, saya tidak menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini,” ujarnya.
Seperti diketahui, pengelolaan Blok A Pasar Anom Baru sebelumnya berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Kemudian per Januari kemarin, mulai dikelola BPRS Bhakti Sumekar, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang perbankan.
Novi menyampaikan, ke depan target utama pihaknya ialah memaksimalkan penjualan kios di lantai II Blok A Pasar Anom Baru. “Kemudian nasabah dalam hal ini pedagang terdampak (di lantai dasar) bisa mengangsur,” tambahnya.
Dikatakan, salah satu kendala pedagang terdampak selama ini ialah pengelolaan Blok A yang masih kurang maksimal. “Sekali lagi mohon maaf, kami tidak mengatakan mereka (Disperindag) tidak mengelola dengan baik,” katanya, seakan meralat pernyataan sebelumnya.
Ke depan, dengan pengelolaan yang lebih baik, pihaknya optimis penghasilan para pedagang terdampak yang menghuni Blok A Pasar Anom Baru akan meningkat. “Sehingga, salah satunya, mereka akan bisa mengangsur kepada BPRS,” tegasnya. (FATHOL ALIF/MK)