JOMBANG, koranmadura.com – Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penuntasan masalah banjir di Jawa Timur terkendala minimnya anggaran. Hal ini diungkapkan oleh Ipul saat mengunjungi korban banjir di dua desa di Jombang.
Tiba di lokasi, Gus Ipul langsung menyambangi dapur umum di kantor Desa Gambiran, Mojoagung. Wagub Jatim nonaktif ini sempat membantu memasak lauk bagi korban banjir di dapur umum. Dia juga sempat menyapa ibu-ibu korban banjir. Setelah itu, Gus Ipul menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Dia juga sempat meninjau kondisi tanggul Sungai Catak Banteng yang jebol. Di sungai ini, tepatnya di Dusun Kagulan, Desa Janti, seorang pelajar SMK, Niko (17) hanyut terbawa arus banjir. Calon Gubernur Jatim ini pun bertakziah ke rumah korban.
“Kami berduka, ini musibah. Mudah-mudahan keluarga korban diberi kekuatan,” kata Gus Ipul usai menggelar tahlil di rumah duka, Jumat, 23 Februari 2018.
Banjir yang terjadi di 3 desa Kecamatan Mojoagung, yakni Desa Gambiran, Janti, dan Kademangan, dipicu beberapa persoalan. Di antaranya pendangkalan Sungai Catak Banteng dan Pancir Gunting, rapuhnya tanggul yang berujung jebol, hingga banyaknya sampah yang menghambat aliran sungai.
“Ini perlu penyelesaian,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, tak hanya di Jombang, Sampang, Pasuruan, Lamongan, dan Bojonegoro juga menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. Bahkan, banjir di daerah-daerah tersebut berdampak luas lantaran memutus jalur antar kota.
Sementara sungai yang butuh perawatan jumlahnya mencapai 300 lebih. Itu belum termasuk anak-anak sungai. “Masalahnya di anggaran yang sangat terbatas. Yang punya anggaran besar itu APBN. Sementara APBD provinsi (Jatim) belum cukup kuat. Ini PR kita yang memerlukan penangan serius dan pengambilan skala prioritas,” terangnya.
Gus Ipul menambahkan, daerah langganan banjir yang menjadi prioritas adalah Pasuruan, Sampang, dan Lamongan. “Bukan berarti di daerah lain tak penting, seperti di sini (Jombang) juga penting, harus dipikirkan penanggulangannya,” tandasnya. (detik.com/rah/vem)