SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas anti korupsi (KOMPAK) menyegel ruang kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, 19 Februari 2018, siang, karena wakil rakyat di komisi itu dinilai mengabaikan aspirasi masyarakat. Mereka telah mengirimkan surat pemberitahuan audiensi sepekan sebelumnya, namun anggota Komisi II tetap pelesiran dengan modus kunjungan kerja.
Peristiwa ini membuat Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Nurus Salam angkat bicara. “Jangan sampai menyegel Komisi yang tidak tahu apa-apa. Mestinya dipertanyakan dulu ke Sekwan belum sampainya surat ke komisi,” ucapnya, Selasa, 20 Februari 2018.
Nurus Salam mengatakan selaku Ketua Komisi II, hingga aksi penyigelan terjadi, belum menerima surat audiensi dari masyarakat. Kebetulan hingga kemarin Komisi yang membidangi keuangan dan ekonomi tersebut sedang melakukan kunjungan kerja ke luar kota.
Menurut politisi yang gemar memelihara burung itu, di hari-hari yang akan datang, bagian kesekretariatan diharapkan lebih ‘agresif’ menyikapi aspirasi masyarakat. Termasuk apabila ada warga yang hendak menyalurkan aspirasi melalui wakilnya di gedung parlemen ini.
“Ini menjadi masukan telaah ke depan. Sekwan jangan ‘abai’. Keinginan masyarakat ditindaklanjuti. Apabila anggota tidak ada, hubungi melalui telepon. Sehingga kami sampaikan kepada pendamping agar dijadwalkan,” jelasnya.
Meskipun begitu, pria yang akrab disapa Oyok ini, mengaku tidak akan melakukan perlawanan apa pun, karena semua wakil rakyat di gedung parlemen merupakan wakil rakyat dan dipilih oleh rakyat. “Tidak boleh. Kami ini menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Setiap aspirasi yang dilakukan nanti diimplementasikan di APBD,” tegasnya. (JUNAIDI/RAH/DIK)