KORANMADURA.com – Selama ini, banyak orang ketika Lelah, langsung tidur. Mengenai posisi tidur, di mana tidur, tak banyak yang mempedulikan. Padahal posisi tidur, konon memiliki pengaruh yang besar bagi tubuh. Posisi tidur bisa mengungkapkan tingkat stres, kenyamanan dengan pasangan, dan bahkan tipe kepribadian.
Menurut hasil penelitian, posisi tidur juga berpengaruh pada mimpi. Kebanyakan orang cenderung tidur dengan cara yang sama setiap malam, karena tidur adalah kebiasaan, sama seperti rutinitas lainnya.
Riset 2004 yang diterbitkan dalam the journal Sleep and Hypnosis mengungkapkan, mereka yang tidur di sisi kiri jauh lebih mungkin memiliki mimpi buruk daripada orang-orang yang tidur di sisi kanan. Selain itu, mereka yang tidur di sisi kanan cenderung bermimpi yang berkaitan dengan kelegaan atau keamanan.
Uniknya, riset tersebut juga mengungkapkan, mereka yang bermimpi buruk tidur lebih nyenyak daripada mereka yang menikmati mimpinya. Dengan kata lain, mereka yang tidur di posisi kiri memiliki kualitas tidur yang lebih baik.
Namun, menurut sebuah penelitian 2012 yang dipublikasikan dalam the journal Dreaming, mereka yang tidur dalam posisi tengkurap mengaku lebih banyak mendapat mimpi erotis, daripada yang tidur di posisi lain.
Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Hong Kong Shue Yan University, peserta riset yang tidur di “posisi rawan”, seperti posisi tengkurap, melaporkan tingkat tertinggi dari mimpi yang jelas, intens, dan seksual. Sayangnya, tidur dalam posisi tengkurap adalah posisi tidur paling buruk. Tidur tengkurap dapat memberi tekanan yang tidak semestinya pada tulang belakang dan leher, menyebabkan kulitas tidur berkurang, bahkan potensi rasa sakit.
Tekanan tersebut, menurut Calvin Kai-Ching Yu selaku pemimpin riset, berpotensi menyebabkan orang-orang sering bermimpi erotis. Sebuah laporan kesehatan harian juga melaporkan, mereka yang tidur tengkurap dapat mengalami pernapasan tidak teratur, bahkan gangguan tidur seperti sleep apnea, yaitu saat pernapasan berhenti sama sekali yang menyebabkan seseorang tiba-tiba terbangun dari tidur.
Gangguan pernapasan ini juga bisa diakibatkan pada mimpi yang lebih intens. Mereka yang tidur mendengkur juga berpotensi mengalami mimpi buruk. Jadi, jika pasanganmu mendengkur sepanjang malam ada kemungkinan sedang mengalami mimpi buruk. Tentu saja, tidak mudah mengubah posisi tidur hanya karena kita ingin memiliki atau menghindari jenis mimpi tertentu.
Yang terpenting, kita harus selalu tidur dalam posisi yang mengarah pada kualitas istirahat tertinggi agar kesehatan kita selalu terjaga. Pilihlah tidurmu agar mimpimu baik dan menghasilkan kualitas tidur yang terbaik, karena itu juga berpengaruh pada kesehatanmu. (KOMPAS.com/RAH/DIK)