BLITAR, koranmadura.com – Padi raksasa jenis PIM1 yang masih tahap uji coba ditanam oleh Mohammad Diaudin Aridowi atau Udin (24), warga Dusun Bebekan, Desa Combong, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, awal Januari 2018. Kini Udin telah memanen padi yang tinggi batangnya sampai 2 meter itu.
Dari lahan seluas 1.400 meter persegi, Udin mendapatkan gabah 13,35 kwintal. Tampak di halaman rumah Udin, Sabtu, 24 Maret 2018, gabah PIM1 itu dijemur. Menurutnya, bulirnya lebih besar dibanding jenis Javanos. Bentuknya cenderung oval, padat, dan warnanya cerah.
Pada saat tanam, waktu itu Udin dan keluarganya sempat diomongin warga sekitar karena menanam padi yang masih dalam tahap uji coba. “Buang-buang uang dan waktu saja. Mbok mending nanam padi yang jelas, hasilnya jelas. Tapi, alhamdulillah hasil panen bagus. Mirip beras organi,” kata ibu Udin, Siti Badriah (56).
Masih kata Siti Badriyah, sebagian dari gabah PIM1 itu telah digiling. “Rasanya lebih gurih, kalau orang dulu menyebutnya seperti beras Lulut,” ucapnya.
Durasi panen lebih lama dibanding padi varietas lain. Kalau padi varietas lain panen di usia 105 hari, PIM1 baru bisa dipanen di usia 120 hari. (DETIK.com/RAH/DIK)