SUMENEP, koranmadura.com – Dalam rangka mengatasi persoalan banjir–bahasa pemerintah setempat genangan–di wilayah Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sudah berulang kali terjadi, pemerintah berharap ada kesadaran bersama dari semua pihak. Termasuk dari para pengusaha di bidang restoran dan perhotelan.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi meminta para pengusaha di bidang perhotelan atau restoran, dalam mendapatkan air, agar beralih ke perusahaan daerah air minum (PDAM). Hal tersebut dinilai bisa menjadi salah satu langkah antisipatif persoalan banjir di wilayah kota.
“Ke depan mungkin perlu kita pikirkan bersama atau membuat regulasi agar bagaimana usaha-usaha seperti hotel dan restoran tidak menyedot air dari bawah tanah lagi. Tapi menggunakan PDAM,” ujarnya.
Orang nomor dua di lingkungan Pemkab ini optimis, meski seluruh hotel dan restoran di daerahnya menggunakan air dari PDAM, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumenep itu tetap akan mampu memenuhi.
“Kalau seluruh perusahaan ini nyedot air dari bawah tanah, sedikit demi sedikit permukaan tanah di Sumenep akan turun dan akan lebih mudah terendam. Berkaitan dengan hal ini, nanti akan kami bicarakan,” tegasnya.
Seperti diketahui, untuk kesekian kalinya beberapa waktu lalu, Senin, 26 Februari 2018, nyaris seluruh wilayah kota terendam air pasca diguyur hujan lebat hampir tiga jam. Di beberapa titik ketinggian air sampai sekitar lutut orang dewasa. (FATHOL ALIF/MK/VEM)