SAMPANG, koranmadura.com – Banjir melanda Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin, 12 Maret 2018. Ketinggian air mencapai hingga satu meter.
Bantuan makanan yang diberikan Dinas Sosial (Dinsos) setempat terhadap warga yang terdampak banjir tersebut, ternyata tidak merata. Hal ini diakui oleh Kasi Bantuan Sosial dan Korban Bencana Dinsos Sampang, Syamsul Arifin. Dia menjelaskan pihaknya telah mendirikan lima dapur umum di tiga kelurahan dengan kapasitas per dapur menyiapkan 750 nasi bungkus.
“Warga terdampak semuanya belum terjangkau untuk menerima bantuan nasi bungkus karena di desa belum siap untuk membuka dapur umum,” ucapnya, Senin, 12 Maret 2018.
Baca: Terdampak Banjir Sampang Meluas
Selain itu, lanjut Arif, terkendala sarana pendistribusian bantuan ke lokasi. “Nanti yang tidak kebagian terutama desa yang tidak bisa terjangkau akan diberikan bahan mentah,” ujarnya.
Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang hingga pukul 11.00 wib, banjir akibat luapan air sungai Kamoning masih menggenangi sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sampang. Di antaranya Desa Pangilen, Pasean, Gunung Maddah, Banyumas, Tanggumong, Kamoning, dan Panggung. Juga terjadi genangan air di Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, dan Kelurahan Gunung Sekar.
Akses lalu lintas yang menghubungkan antara Kecamatan Sampang-Omben juga belum bisa dilintasi baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara fasilitas umum (fasum) seperti penerangan jalan dan untuk permukiman warga masih dipadamkan, tampak di Jalan Imam Bonjol, Panglima Sudirman, Melati, Mawar, Bahagia, dan Keramat.
Banjir juga merendam 11 lembaga pendidikan, pasar, kantor Kelurahan Dalpenang, kantor RRI Sampang, Monumen Trunojoyo, masjid, dan hotel. (MUHLIS/RAH/ROS)