SUMENEP, koranmadura.com – Sejak sepekan terakhir, petani bawang merah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memasuki musim panen, namun harganya anjlok. Mereka terancam rugi hingga jutaan rupiah. “Harga bawang merah sekarang anjlok, tidak seperti musim panen tahun sebelumnya,” kata Mudawi, petani bawang merah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.
Menurutnya, tahun sebelumnya harga bawang merah berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 12,5 ribu per kilogram, namun saat ini Rp 4,5 ribu hingga Rp6,5 per kilogram. “Tentu dengan harga segitu petani masi merugi,” jelasnya, Sabtu, 17 Maret 2018.
Senada dikatakan Moh. Muni, petani bawang merah asal Desa Karang Nangka, Kecamatan Rubaru. Agar memperoleh keuntungan, menurut Muni, harga bawang merah di tingkat petani minimal Rp 15 ribu per kg, sebab harga bibit mencapai Rp 30 ribu per kg. Itu pun, belum ditambah biaya proses tanam dan pembelian pupuk serta obat-obatan. “Jangankan untung, mau balik mudal saja tidak tercapai,” ujarnya.
Dalam kondisi seperti ini, harap Muni, pemerintah bertindak cepat memberikan solusi untuk menyelamat para petani dari kerugian.
Sementara koordinator Dispertahotbun Sumenep, wilayah Kecamatan Rubaru, Sakdawi Jayadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, harga bawang merah jatuh disebabkan oleh musim panen yang bersamaan di berbagai daerah. Sesuai hukum ekonomi, saat pasokan berlebih, maka harga akan turun.
“Anjloknya harga bawang merah itu bukan karena kwalitas bawang tidak baik, dikarenakan banyak daerah lain bersamaan panennya juga, sehingga harga bawang jadi murah,” tandasnya. (JUNAIDI/RAH/DIK)