PAMEKASAN, koranmadura.com – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan, Madura, Jawa Tumur, Baddrut Tamam-Raje (Berbaur) mengusung tiga poin sebagai landasan politik pada Pilkada Pamekasan 2018.
Landasan politik paslon nomor 1 itu yaitu meliputi sataretanan (persaudaraan), tak notop parembheghen (bermusyawarah) dan menjadikan jabatan sebagai alat perjuangan, menjadikan kebijakan politik sebagai kebijakan publik.
“Bersamaan dengan momentum kampanye ini, kami sampaikan bahwa Berbaur tetap komitmen menerapkan tiga poin yang telah kami sebutkan,” kata Badrut Tamam, Jumat, 9 Maret 2018.
Menurut Baddrut Tamam, tiga poin yang menjadi landasan politik tersebut sudah lama dirancang. Landasan itu demi menciptakan suasana kondusif menghadapi momentum pesta demokrasi.
“Tiga landasan dan konsep yang kami usung ini sinergi dengan visi yang kami usung untuk menjadikan Pamekasan hebat, yakni Membangun Pamekasan dari Bawah, Merata dan Berkeadilan Berdasar Nilai-Nilai Islam,” ungkapnya.
Selain itu, paslon yang diususng PKB, PAN, Gerindra dan PKS ini juga mengusung jargon ‘Satu Hati’ yang kemudian diimplementasikan menjadi visi dan misi berbeda, yaitu meliputi peningkatan kualitas sarpras infrastruktur publik secara merata dan berkeadilan, serta meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja berbasis optimalisasi potensi dan kearifan lokal dan nilai Islam.
Dua misi lainnya berupa meningkatkan indeks pembangunan masyarakat hingga mampu berdaya saing, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa dan kabupaten yang amanah, bersih dan berwibawa serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Dari visi dan misi yang diusung selanjutnya diimplementasikan ke dalam 9 program strategis, meliputi perbaikan infrastruktur desa, pembangunan dan peningkatan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat melalui tiga sektor berbeda, yakni sektor pertanian, perikanan dan kelautan.
Selain itu juga terdapat program penyediaan air bersih murah dan berkualitas, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, menciptakan pemerintahan yang bersih, peningkatan kesehatan masyarakat serta pendirian dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa. (RIDWAN/MK/DIK)