JAKARTA, koranmadura.com – ‘Nyanyian’ terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto bahwa dana e-KTP mengalir ke Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung mendapat tanggapan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kalla menilai tudingan Setya Novanto tidak benar lantaran sudah dibantah oleh Made Oka Masagung, kolega Setya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada akhir Februari 2018.
“Omongan itu tidak benar. Kan sudah dibantah Oka bahwa itu tidak benar. Sedangkan Novanto mengatakan yang mengatur Oka. Oka membantah. Jadi omongan itu tidak benar,” kata JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.
Dalam sidang pemeriksaan sebagai terdakwa, Setya Novanto menyebut ada aliran duit ke Puan dan Pramono Anung dari pengusaha Made Oka Masagung saat berkunjung ke rumahnya. Menurut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, Puan dan Pramono masing-masing menerima US$ 500 ribu.
Namun pernyataan tersebut dibantah Made Oka melalui kuasa hukumnya, Bambang Hartono. “Pernyataan Setya Novanto di muka pengadilan minggu yang lalu itu tidak benar, dan itu sudah dibantah juga oleh yang bersangkutan,” kata Bambang, Senin, 26 Maret 2018. (Tempo.co/MK/DIK)