SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 22 Maret 2018.
Aksi mahasiswa kali ini menyoroti kinerja wakil rakyat yang dinilai lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat. Menurut mereka, DPRD Sumenep gagal menjalankan fungsi legislasinya.
Koordinator aksi, Sutrisno dalam orasinya menyatakan, kinerja DPRD Sumenep perlu dipertanyakan. “Target penyelesaian Raperda jauh dari harapan,” tegasnya.
Diungkapkan, pada tahun 2017 lalu DPRD Sumenep menargetkan 14 Raperda untuk dibahas. Hanya saja, sampai lepas tahun ternyata hanya empat Raperda yang disahkan sebagai Perda. Sementara sisanya masih akan dibahas tahun ini.
Karena itu, pihaknya meminta kepada para wakil rakyat agar menjelaskan alasan pembahasan Raperda lamban. “Masyarakat berhak tahu alasan mereka. Masyarakat butuh transparansi atas kinerja mereka,” tandasnya.
Sutrisno juga mendesak DPRD Sumenep memperbaiki kinerjanya demi kesejahteraan masyarakat. Mengingat angka kemiskinan di kabupaten paling timur Pulau Madura masih sekitar 20 persen.
“Kami mendesak DPRD Sumenep mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan segalanya. Kami minta wakil rakyat segera menemui kami,” tambahnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada seorang pum wakil rakyat menemui mereka. (FATHOL ALIF/MK/VEM)