KORANMADURA.com – Karen Mornin menulis di artikelnya, penyakit jantung kardiovaskular (CVD) jadi penyebab utama kematian. Meskipun begitu, menurutnya, 80 persen penyakit kronis masih bisa diredakan, karena setiap penyakit pasti ada obatnya.
Di antaranya, bisa dengan diet sehat, hidup tanpa rokok, menjaga berat badan, dan berolahraga teratur. Selain itu, makanan lemak tak jenuh, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan minya sayur, resiko CVD berkurang dibandingkan makan lemak jenuh yang terdapat dalam mantega, kulit ayam, produk peternakan, dan sejenisnya.
Mereka yang berumur panjang, seperti Sardinia di Italia, Icaria di Yunani, Okinawa di Jepang, dan Loma Linda di California, serta orang lain di sekitar kita, karena mereka mengonsumsi sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan ikan. Makanan itu jadi makanan pokok bagi mereka.
“Kita harus makan lima sampai 10 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa lima porsi sayur-sayuran dan buah per hari memberi perlindungan dari CVD, tetapi 10 porsi sayur-sayuran dan buah per hari menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 24%,” ucapnya.
Karen menyontohkan sayuran brokoli, kubis, bayam, kale, tomat, wortel, dan labu memiliki manfaat paling besar. Begitu pula apel, pir, beri, dan buah sitrus seperti jeruk.
Selain itu, makan setidak-tidaknya tiga porsi kacang-kacangan setiap pekan, atau seperempat cangkir kacang-kacangan dikonsumsi empat kali setiap pekan, dapat mengurangi CVD sebanyak 24%. (KOMPAS.com/RAH/DIK)