SAMPANG, koranmadura.com – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di jenjang sekolah dasar akan digelar mulai April 2018, namun masih ada 17 SDN di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang tidak memiliki kepala sekolah definitif.
Informasi yang didapat koranmadura.com, belasan sekolah dasar negeri tak ‘bertuan’ itu tersebar di enam kecamatan, masing-masing 1 SDN di Kecamatan Kota dan Omben serta Kedungdung, 2 SDN di Ketapang, 4 SDN di Sokobanah, dan di Banyuates terdapat 8 SDN. Total di Sampang ada 616 SDN yang tersebar di 14 kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, M Jupri Riyadi mengatakan, kekosongan kepala sekolah definitive di tingkat SDN sebenarnya sudah diusulkan oleh dinasnya melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.
“Sudah saya usulkan. Untuk berapa jumlahnya langsung tanyakan ke BKPSDM. Soalnya kalau urusan kepegawaian sekarang ranahnya BKPSDM,” tuturnya, Selasa, 20 Maret 2018.
Di tempat terpisah, Kabid Mutasi BKPSDM Sampang, Arief Lukman Hidayat mengatakan pihaknya memang sudah mengusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun hingga saat ini masih belum ada jawaban.
“Pengusulan jabatan kepsek itu sejak Bupati Fadhilah Budiono sebelum habis masa baktinya kemarin. Kalau tidak salah awal Februari 2018,” tuturnya.
Arief Lukman Hidayat mengaku pihaknya berharap surat yang dikirimnya tersebut segera direspons oleh Kemendagri karena Ujian Nasional sudah di depan mata. “Agar sekolah SD yang masih belum ada kepsek definitifnya segera ada kepsek definitifnya dan supaya mutu pendidikan di Sampang lebih maksimal,” ujarnya. (MUHLIS/RAH/DIK)