SUMENEP, koranmadura.com – Rencana penerbangan pesawat perintis rute Bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuju Bandara Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Sumenep, belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Supaya bisa disinggahi pesawat perintis, bandara milik KEI itu harus diubah statusnya dari bandara khusus menjadi bandara umum. Menurut Kepala Unit Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono, hingga saat ini perubahan status itu belum selesai. “Hingga sekarang, pengajuan perubahan status Bandara Pagerungan masih dikaji di Kemenhub,” katanya.
Selama beberapa tahun terakhir, Bandara Pagerungan merupakan bandara khusus yang dikelola oleh pengelola lapangan minyak dan gas bumi KEI, untuk kepentingan dan kelancaran operasional perusahaan.
Kemudian sejak beberapa waktu lalu, pemerintah daerah mengajukan permohonan agar Bandara Pagerungan bisa dimanfaatkan untuk penerbangan daratan-kepulauan. “Sebenarnya Bandara Pegerungan ini sudah siap dimanfaatkan pesawat perintis. Tinggal menunggu perubahan status,” terangnya.
Indra mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Bandara Pagerungan maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mempercepat perubahan status Bandara Pagerungan. Agar masyarakat kepulauan segera bisa menikmati transportasi udara.
Penerbangan Sumenep-Pagerungan diharapkan dapat membantu transportasi masyarakat kepulauan khususnya, agar memiliki pilihan menggunakan transportasi udara atau trasnportasi laut. Itu juga untuk menjadi solusi alternatif ketika cuaca buruk yang membuat transportasi laut kerapkali tertunda. (JUNAIDI/RAH/VEM)