PAMEKASAN, koranmadura.com – Sejumlah pengusaha di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyatakan dukungannya untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan, Kholilurrahman-Fathorrahman (Kholifah).
Penguhasa yang menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 2 tersebut di antaranya, pemilik toko perhiasan Surabaya dan Jakarta di Jl Diponegoro, serta pengusaha perhiasan di beberapa kecamatan, pengusaha toko bangunan,pengusaha di bidang konstruksi dan jasa.
Pengusaha ini bertemu langsung dengan pasangan Kholifah di kantor pemenangan Jl Agussalim Pamekasan beberapa waktu lalu.
“Sejumlah pengusaha sudah bertemu dan menyatakan akan mendukung untuk mensukseskan pencalonan kami di Pilkada tahun ini,” kata Kholilurrahman, usai blusukan ke pasar 17 Agustus Pamekasan, Kamis, 8 Maret 2018.
Menurutnya, perkembangan dukungan masyarakat semakin hari semakin menggembirakan. Apalagi sejumlah pengusaha dari berbagai bidang sudah menyatakan kebulatannya untuk bersama-sama membangun Pamekasan dengan pasangan Kholifah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pengusaha di Pamekasan yang sudah mendukung pasangan Kholifah. Pengusaha memiliki peran sangat strategis dalam pembangunan sektor ekonomi di Pamekasan di masa-masa yang akan datang,” tuturnya.
Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, pembangunan di Pamekasan sangat membutuhkan dukungan para pengusaha. Sebab dalam program prioritas yang dicanangkannya, di antaranya dalam sektor pembangunan ekonomi, berkaitan dengan pertumbuhan investasi di bidang industri dan jasa.
“Untuk mempercepat pembangunan sektor ekonomi di Pamekasan, maka investasi salah satu yang dibutuhkan. Berbicara investasi dan jasa, maka para pengusaha yang bisa melakukannya,” jelasnya.
Beberapa program prioritas pasangan Kholifah di sektor ekonomi di antaranya, revitalisasi pasar tradisional untuk kenyamanan pedagang dan konsumen, meningkatkan akses dan iklim UMKM serta koperasi, mengembangkan dunia usaha dengan arah kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kompetensi.
Meningkatkan ketahanan pangan melalui pengembangan kawasan desa mandiri pangan. Mengembangkan percontohan kawasan ekonomi strategis, seperti kampung batik, kampung madu, kampung telur, kampung nelayan, kawasan agropolitan rupanandur, kawasan budidaya rumput laut.
Selain itu, mengembangan potensi pertanian dan perkebunan yang terintegrasi, usaha perikanan dan kelautan, peternakan, dan pariwisata secara terpadu.
Membangun jejaring pasar hasil pertanian/peternakan/perikanan/home industri dan mengembangkannya di luar daerah. Meningkatkan Pertumbuhan Investasi Pada Sektor Industri dan Jasa. (RIDWAN/MK/VEM)