BANDUNG, koranmadura.com – Aksi heroik menaklukkan perempuan bugil yang dilakukan Ipda Pepen Ahmad Supriatna, Kasubdit I Turjawali Satlantas Polrestabes Bandung viral di media sosial (medsos).
Bukan tanpa resiko, perempuan bugil yang ditaklukkan Ipda Pepen itu memegang senjata tajam jenis pisau sepanjang 20 cm yang diayun-ayunkan. Ipda Pepen pun khawatir, aksi perempuan itu memakan korban.
“Saya lihat dan berhenti. Karena ini kaitannya sudah dengan senjata tajam. Membahayakan,” katanya, usai melakukan pengamanan upacara bendera dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63 di depan Museum KAA, Rabu, 18 April 2018.
Menurut Ipda Pepen, kejadian itu berlangsung Senin, 16 April kemarin. Waktu itu, dirinya lewat di daerah Cicadas (Jalan Ahmad Yani) kota Bandung dan melihat Linmas sedang dikejar-kejar oleh perempuan tersebut.
Pepen menyadari untuk menaklukkan perempuan itu perlu jurus yang tepat agar tidak menimbulkan korban, terlebih perempuan itu diduga mengalami gangguan jiwa. Pertama kali Dia mencoba merayu perempuan tersebut dengan makanan, namun gagal.
Saat itulah muncul ide untuk merayunya dengan uang. Tanpa pikir panjang Pepen merogoh kantongnya untuk mengambil uang pecahan Rp 50 ribu kemudian dilemparnya ke depan perempuan tersebut.
“Itu insting saja, spontan. Bagaimana kita menguasai situasi, karena ini kan posisinya berbeda. Tidak bisa pakai bela diri, tapi pendekatan psikologis. Dan tentunya kita harus tenang, tujuan tetap merebut pisau,” ujarnya.
Dirasa berhasil mengalihkan perhatian, dirinya mendekati perempuan tersebut lalu bersalaman dengan perempuan itu. “Saya ambil pisaunya dan lempar ke belakang,” ucapnya.
Tidak sampai di situ, Pepen kemudian mencoba memakaikan pakaian pada perempuan tersebut. Dengan dibantu Linmas, akhirnya perempuan itu mau mengenakan pakaian dan berhasil dibawa ke tempat lebih aman.
“Setelah kejadian perempuan itu dibawa oleh Linmas. Informasinya diserahkan ke pihak kecamatan,” tandas pria yang sudah menjadi polisi sejak tahun 1987 itu. (DETIK.COM/ROS/VEM)