SUMENEP, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mendalami kasus penembakan terhadap Ibnu Hajar, warga Desa Cabbiye, Kecamatan Talango, oleh orang tak dikenal, Jumat malam kemarin, 20 April 2018.
Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnaen mengatakan, jenazah Ibnu Hajar telah diotopsi. Diketahui, pada tubuh korban terdapat dua bekas tembakan, di dada dan di bagian belakang tubuh korban. “Korban meninggal karena tembakan yang mengenai dadanya,” katanya, Sabtu, 21 April 2018.
Baca: Ditembak Orang Misterius, Ibnu Hajar Tewas
Menurut dia, dari dua bekas tembakan tersebut, satu peluru diketahui pada saat otopsi masih bersarang di tubuh korban, yaitu yang mengenai bagian belakang tubuhnya.
Satu peluru yang masih bersarang itu merupakan jenis kaliber 38. “Kami akan dalami, pastinya itu senjata senis apa? Apakah organik atau rakitan, ini masih kami lidik,” lanjut Fadillah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pada saat kejadian jarak antara pelaku dengan korban sangat dekat. Sebab peluruh yang mengenai dada korban sampai tembus.
Mengenai kemungkinan jumlah pelaku penembakan, menurut Fadillah, berdasarkan keterangan saksi-saksi, sementara masih satu orang. “Pastinya, kami masih terus melakukan pendalaman,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)