SUMENEP, koranmadura.com – Satu dari dua destinasi wisata unggulan tahun kunjungan wisata (Visit Years) 2018 yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampaknya kurang diminati wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus).
Seperti diketahui, destinasi unggulan Visit Years 2018 ialah Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango; dan Gili Iyang, Kecamatan Dungkek. Destinasi yang disebut tampaknya kurang diminati.
Berdasarkan data di Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, kunjungan wisatawan ke Gili Iyang dalam dua bulan pertama 2018 hanya 197 wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.
Rinciannya, di Januari tak seorang pun wisman berkunjung ke Gili Iyang. Wisnus 62 orang. Kemudian di bulan kedua, kunjungan Wisman ke destinasi yang dikenal dengan “Pulau Oksigen” itu hanya 1 orang. Wisnus sebanyak 134 orang.
Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding pengunjung Pantai Sembilan yang notabene tidak dikelola Pemkab Sumenep. Pada periode yang sama, jumlah kunjungan wisata ke Pantai Sembilan mencapai 7.030 orang. Dengan perincian Wisman 60, sedangkan Wisnus 6.970.
Meski begitu, Kepala Disparbudpora Sumenep, Sufiyanto mengklaim efek Visit Years 2018 terhadap jumlah kunjungan wisata sudah menunjukkan hal positif. “Pelaksanaan visit, kalau melihat dari jumlah kunjungan, angka kenaikannya sudah cukup signifikan,” ungkapnya, Rabu, 4 April 2018.
Secara umum, dia menyampaikan, jumlah kunjungan wisata ke Sumenep pada periode Januari-Februari mencapai 326 Wisman dan 155.431 Wisnus. “Ada peningkatan dari tahun sebelumnya pada periode yang sama,” ujarnya.
Mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Sumenep itu mengungkapkan, selain untuk melihat even, kunjungan wisatawan ke Sumenep pada periode tersebut juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata. “Tertinggi adalah Pantai Lombang, Gili Labak, dan Pantai Sembilan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK/DIK)