SUMENEP, koranmadura.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur stagnan. Pada 2017, lima OPD tersebut tidak mencapai target sesuai yang ditentukan pemerintah.
Stagnasi PAD itu terungkap saat penyampaian nota Laporan Keterangan Pertannggungjawaban (LKPJ) Bupati beberapa waktu lalu.
“PAD kita selama ini stagnan dengan sektor pendapatan yang sama. Sehingga, peningkatan PAD tidak ada. Ini lantaran tidak ada inovasi untuk mendongkrak PAD kita,” kata Moh. Subaidi, Anggota Pansus LKPJ.
Dia menjelaskan, harusnya ada terobosan inovasi yang bisa dilakukan, sebab potensi Sumenep cukup besar, mulai dari Sektor Sumber Daya Air (SDA) maupun yang lainnya.
“Jadi, seharusnya ada inovasi yang memafaatkan SDA, agar pendapatan besar,” ujarnya.
Menurutnya, APBD Sumenep mencapai Rp 2,2 triliun, sementara PAD tidak sampai 200 juta.
“Jadi, ini diperlukan adanya inovasi bagaimana mendongkrak perekonomian, coba serius menggarap semua sektor, termasuk wisata,” kata Abrari, anggota Pansus lainnya.
Bahkan, sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Imam Sukandi terkesan “dihakimi” anggota dewan.
Setiap pernyataanya selalu dikritik oleh ketua Pansus Darul Hasyim Fath dan sejumlah anggota. Sebab, semua jawaban tersebut dinilai abuse atau mengaburkan jawaban atas pernyataan anggota dewan.
“Yang jelas, kami terus berupaya untuk menggerakkan PAD dengan menggarap potensi yang ada,” kata Imam Sukandi, dalam penjelasan singkat yang kemudian dibantah ketua pansus. (JUNAIDI/ROS/VEM)