SAMPANG, koranmadura.com – Pasar margalela yang berlokasi di Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur hingga kini belum ditempati meski pembangunan pasar telah selesai sejak tahun lalu.
Biaya pembangunannya pun menghabiskan sebesar Rp 14 miliar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Ta 2016.
Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang, Sapta Nuris Ramlan mengatakan, pasar margalela yang berkapasitas 142 los sebenarnya sudah diperbolehkan dipakai setelah mendapat persetujuan dari Menteri Perdagangan. Dari 142 los yang akan ditempati, sudah terdapat 565 pemohon atau pedagang baru yang sudah mendaftar ke dinas terkait untuk menempatinya.
“Dari 565 itu pemohon baru itu, setelah di data lagi ternyata masih ada 44 pemohon masih belum mencantumkan jenis barang dagangannya. Sehingga untuk pemakaian pasar itu masih nunggu pencatatan rampung. Sedangkan untuk mendisk 44 pemohon baru ini kan kasian. Makanya kami masih keliling mendata untuk merampungkannya,” tuturnya, Jumat, 6 April 2018.
Tidak hanya merampungkan jenis barang dagangannya, Sapta mengaku kendala tak kunjung ditempatinya pasar margalela karena masih merampungkan dan memperjelas alamat rumah 44 pemohon baru tersebut.
“Misal alamat rumah desa torjun, torjun kan luas, torjun mana rumahnya kan tidak tahu. Ada lagi alamat jalan imam ghazali, imam ghazali kan kami enga tau. Makanya masih dicari dan didata. Nah semisal data-data sudah rampung, paling lambat Mei 2018 mendatang ratusan los di pasar margalela sudah ditempati. Nah, dari 565 pemohon ini nantinya akan di undi untuk menempati 142 los yang ada,” katanya.
Untuk penempatan pedagang berdasarkan penggunaannya, Satpa merinci akan dibagi menjadi tiga blok.
“Blok A (sisi timur) untuk dagangan basah seperti ikan, daging, ayam dan sayuran, blok B (tengah) akan ditempati pedagang konveksi, asesoris, topi dan semacamnya. Sedangkan blok C (sisi barat) akan ditempati pedagang elektronik,” jelasnya.
Disisi lain, Sapta mengatakan, ada sebanyak 35 pedagang lama yang menempati kios pasar margalela sebelumnya dan saat ini sudah ada sebagian diantaranya telah menempati kios-kiosnya.
“Kalau kiosnya tetap tidak ada perubahan dan pembangunan. Karena yang dibangun itu losnya,” tandasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)