BANGKALAN, koranmadura.com – Ribuan warga Madura, menghadiri pemakaman KH. Kholilurrahman, di Desa Martajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu, 11 April 2018 siang.
BACA: Gus Ipul Takziyah ke Ra Lilur Bangkalan
Kholilurrahman merupakan salah seorang cicit Syaikhona Kholil Bangkalan. Dia meninggal dunia pada Selasa, 10 April 2018 malam.
Sebelum di makamkan, ulama kunci di Kabupaten Bangkalan berusia 72 tahun itu disalatkan di tiga Masjid, yakni Masjid Pesantren Syaikhona Kholil di Kelurahan Kademangan, di Masjid Agung Bangkalan dan di Masjid Jamik kompleks Pesarean Raja-raja di Desa Martajasah.
Sejak Selasa malam, warga sudah memadati jalan-jalan utama dari Ponpes Syaikhona Kholil yang berada di jantung kota hingga ke areal pemakaman. Jalur utama melalui kota ditutup dan dialihkan ke jalur alternatif. Begitu juga lokasi parkir pesarean dialihkan ke terminal baru Bangkalan.
Diantara ribuan warga itu, nampak juga Calon Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf. Dia tiba di Bangkalan Rabu pagi dan langsung menuju tempat jenazah disemayamkan.
Kholilurrahman yang biasa dipanggil Ra Lilur, merupakan cicit Syaikhona Kholil, tokoh yang menjadi cikal-bakal berdirinya NU. Ia juga merupakan saudara sepupu mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin.
“Beliau adalah cicit dari Syaikhona Kholil yang merupakan salah satu guru KH. Hasyim Asyari, pendiri NU,” kata Gus Ipul, panggilan Syaifullah Yusuf.
Salah seorang keponakan Ra Lilur, KH. Fachrillah Aschal, mengatakan ulama sepuh di Madura barat itu, meninggal dunia mendadak dan sebelumnya tidak diketahui ada penyakit yang diderita. Bahkan, sesaat sebelumnya, sempat menelpon dan mengatakan akan tidur.
“Beliau sempat menelpon akan tidur. Karenanya, kami semua kaget begitu mendengar beliau meninggal dunia,” kata Fachri. (MUJ/ROS/VEM)