SUMENEP, koranmadura.com – Rumah Dinas Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur sering dijadikan sebagai tempat bermalam warga saat berkunjung di Kabupaten berlambangkan kuda terbang ini.
Hal itu dikatakan oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim. Menurutnya, itu dilakukan di saat sejumlah penginapan atau hotel sudah penuh.
Bupati dua periode itu mengakui, selama ini banyak masyarakat atau wisatawan yang tidak bermalam saat berkunjung ke Sumenep. Karena sejumlah hotel sudah tidak bisa menampung para wisatawan. “Saya sering ada tamu yang bermalam di rumah dinas,” katanya.
Dikatakan, penuhnya pengunjung hotel menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Sumenep. “Ini bukti kongkrit jika jumlah pengunjung yang datang ke Sumenep itu banyak. Tidak hanya ada acara (even) saja, hari-hari biasa juga banyak. Coba lihat jumlah pengunjung setiap bulannya, pasti mengalami peningkatannya luar biasa,” tegasnya.
Hanya saja, kata mantan Ketua DPRD dua periode itu, tingginya minat wisatawan belum diimbangi dengam fasilitas yang memadai. Oleh karenanya, kedepan di Sumenep harus ada hotel berbintang.
“Itu sudah kebutuhan bukan lagi keinginan. Apalagi sebentar lagi Kangran Energy (KEI) akan kembali lagi untuk berbeskem di Sumenep, sebelumnya masih di Bali. Tentu sarananya harus disiapkan, salah satunya hotel berbintang,” tegasnya.
Sejak beberapa tahun terakhir Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan, baik manca negara maupun wisatawan lokal. Saat ini terdapat beberapa destinasi wisata yang bisa memantik minat wisatawan berkunjung ke Sumenep, salah satunya Gili Iyang di Kecamatan Dungkek, Gili Labak, Pantai Lombang, Pantai Sembilan, dan sejumlah wisata religi seperi Museum Keraton dan Asta Tinggi.
Secara geografis, Sumenep terdiri dari daerah daratan dan kepulauan. Jumlah pulau saat ini sebanyak 126 baik berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Sementara jumlah desa dan kelurahan sebanyak 334 yang tersebar di 27 kecamatan. (JUNAIDI/ROS/DIK)