SUMENEP, koranmadura.com – Dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab perusahaan dari PT. Santos (Madura Offshore) Pyt. Ltd., salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang beroperasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tahun ini menurun untuk daerah terdampak.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Sumenep, R. Idris usai menghadiri dan membuka kegiatan rapat koordinasi program tanggung jawab sosial SKK Migas – Santos (Madura Offshore) Pyt. Ltd, Selasa, 17 April 2018.
Idris menyampaikan, sebelum-sebelumnya, CSR dari PT. Santos untuk kabupaten paling timur Pulau Madura selalu ada kenaikan. Namun kali ini, karena hasil produksi berkurang, CSR-nya juga ikut merosot.
“Kalau sebelum-sebelumnya ada kenaikan. Sekarang karena produksinya menurun, katanya CSR-nya juga mau turun. Tidak tahu sampai berapa turunnya,” ungkap dia.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap CSR dari perusahaan Migas yang beroperasi di Sumenep terus meningkat. Meski di sisi lain, Pemkab tak bisa memaksakan hal itu kepada pihak perusahaan.
“Kalau harapan Pemkab, CSR itu terus bertambah. Tapi, kan, perusahaan juga punya analisis dan ada regulasi,” pungkasnya.
Sementara Humas SKK Migas Jabanusa, Dimas Ariyo Rudi Pear membenarkan bahwa CSR PT. Santos Tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya sekitar 20 persen. “Tahun ini totalnya sekitar 1,2 miliar,” ungkap dia.
Pria yang akrab disapa Dimas Pear ini menjelaskan, penurunan itu berkait kelindan dengan adanya penurunan hasil produksi. “Tapi harapan kami, adanya penurunan ini tidak mengurangi kerja sama dengan masyarakat sekitar,” tambahnya. (FATHOL ALIF/MK/VEM)