SAMPANG, koranmadura.com – Realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin dari pemerintah pusat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ke wilayah Kabupaten Sampang tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Berdasarkan informasi yang diterima koranmadura.com, ada satu desa yakni Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, dengan jumlah ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) progran PKH harus gigit jari alias kecewa sejak 2016 disaat ada proses penambahan KPM dari pemerintah pusat.
“Warga di sana tidak menerimanya sejak 2016 lalu ketika desa tersebut telah dilakukan 3 kali penambahan KPM. Ada ratusan KPM di Desa Karang Anyar,” tutur salah satu pendamping PKH di Sampang yang namanya tidak mau disebutkan, Jumat, 11 Mei 2018.
Sementara Korkab Pendamping PKH Sampang, Nanang M membenarkan penyaluran bantuan PKH di Desa Karang Anyar masih tersendat oleh pemeintahan desa. Menurutnya, ada sebanyak 570 KPM di Desa tersebut.
“Pendamping sama sekali tidak bisa masuk ke Desa itu, kalau dipaksakan, ya bisa-bisa mengancam keselamatan pendamping. Namun persoalan tersebut sudah dimediasi oleh Pemkab maupun pihak kecamatan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, Moh Amirudin membenarkan, bahwa program PKH di wilayah Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang belum terealisasi karena ada kesalah pahaman. Namun demikian, bantuan tersebut tetap tidak hangus.
“Tetap komunikasi terus dengan kades di sana, tapi masih belum menemukan penyelesaian. Kadesnya menilai bantuan PKH untuk desanya tidak sesuai dengan keadaan. Padahal data-data itu sudah dari pusat. Sedangkan rekening dan uang semua penerima tetap aman ada di bank,” terangnya.
Untuk diketahui, besaran bansos PKH untuk warga miskin dengan beberapa kriterian ini yaitu senilai Rp 1,8 juta per tahun yang dicairkan selama empat tahap atau triwulan dengan sistem non tunai. (MUHLIS/ROS/VEM)