SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ach. Masuni mengungkapkan, dari 334 desa/kelurahan di daerahnya, hingga sekarang baru 30 desa yang telah mencairkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018.
“Terkait pencairan DD tahap pertama yang 20 persen, sampai sekarang baru ada 30 desa yang telah mencairkan. Memang ada keterlambatan,” kata Masuni, Senin, 21 Mei 2018.
Desa-desa yang telah mencairkan DD tahun ini baru tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kecamatan Bluto 2 desa; Gili Genting 3 desa; Ambunten 1 desa; Rubaru 1 desa; Lenteng 10 desa; Batuputih 5 desa; Dungkek 5 desa; Batang-Batang 3 desa; dan Gapura 1 desa.
Alasan keterlambatan pencairan DD kali ini, menurut Masuni salah satunya karena masih banyak desa di kabupaten paling timur Pulau Madura belum menuntaskan entri data ke dalam Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
“Proses pengentrian data, misalnya terkait keuangan desa, masih terus dilakukan oleh para operator. Mereka terus konsultasi dengan kami. Maklum, karena Siskeudes ini baru. Makanya di awal-awal mereka mengalami hambatan,” tambahnya.
Pihaknya mendesak seluruh desa yang belum menyelesaikan entri data segera menyelesaikannya. Supaya, pencairan DD tahap pertama bisa segera dilakukan dan direalisasikan.
“Kalau pencairan tahap kedua desa tetap tidak ada proses yang bagus, bisa ada sanksi nanti kepada desa. Sanksinya berupa apa? Nanti pusat yang menentukan,” tegasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)