PAMEKASAN, koranmadura.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) membongkar kebijakan buruk Calon Wakil Bupati Raja’e, pada debat kandidat putaran ke dua di hotel Odaita, Senin malam, 7 Mei 2018.
Menurut paslon Kholifah, Raja’e menolak keras pembangunan Polindes saat menjabat kepala Desa di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.
Penolakan pembangunan polindes tersebut bertantangan dengan janji politik paslon Baddrut Tamam-Raja’e yang akan mengedapankan pelayanan kesehatan kalau terpilih sebagai kepala daerah pada Pilkada 2018.
Usai debat, Fathor Rohman membeberkan bukti penolakan pembangunan polindes yang dilakukan Raja’e. Bukti yang ditunjukkan Fathor Rohman berupa surat penyataan yang ditandatangani oleh Raje’i, SH.I sebagai Kepala Desa Bujur Barat dan Ketua BPD Bujur Barat, Ach. Junaidi, A.Ma, mengetahui Camat Batumarmar, Kusairi, pada tahun 2017.
“Ini bukti bahwa Raja’e menolak pembangunan polindes di Desa Bujur Barat. Ini juga bukti bahwa Raja’e tidak melayani masyarakat,” kata Fathor Rohman.
Namun, pernyataan Fathor Rohman dibantah oleh Raja’e. Menurutnnya, polindes di Desa Bujur Barat berdiri kokoh dengan tegak. “Jadi, kalau ada yang mengatakan bapak Raja’e (Kepala Desa Bujur Barat) menolak Polindes, itu bohong,” kilahnya.(RIDWAN/MK/VEM)