SAMPANG, koranmadura.com – Dugaan terjadinya penyelewengan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 1 Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus bergulir.
Senin, 7 Mei 2018, Penyidik Unit III Tipikor Polres Sampang melakukan pemeriksaan terhadap petugas operator PIP dan BSM di sekolah tersebut. Hal itu diungkapkan Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman, melalui Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto.
Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan atas dasar tindak lanjut laporan siswa SMAN 1 Banyuates beberapa waktu lalu mengenai dugaan penyelewengan bantuan BSM dan PIP. Pihaknya mengaku, pemanggilan saksi-saksi akan terus dilakukan untuk mengambil keterangan guna dijadikan acuan ketika hendak meningkatkan status perkara tersebut.
“Hari ini kami periksa satu orang dari petugas operatornya. Yang jelas semua kami periksa, mulai dari guru, staf dan siswanya, malah setiap hari kami lakukan pemeriksaan perkara tersebut,” tuturnya.
Namun sayang, AKP Hery belum bisa memberikan keterangan resmi berapa jumlah pasti guru yang sudah dilakukan pemeriksaan dan dugaan pasti perkara tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.
“Berkaitan ke materi kami belum bisa. Bahaya, nanti ketahuan, mereka bisa mengalihkan. Tapi yang jelas ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan BSM dan PIP,” ucapnya.
Terpisah, Kasi Pembinaan SMA/SMK, UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim di Sampang, Hendro Hermawan mengatakan, secara administrasi di SMAN 1 Banyuates dinilainya tidak ada persoalan. Oleh karena itu, pihaknya berharap polisi segera mempercepat proses hukumnya.
“Kami menghargai proses pelaksanaan hukum atas dugaan itu. Tapi kami nilai secara administrasi disana tidak ada persoalan,” tandasnya.
Baca: Kepsek SMAN 1 Banyuates di Demo Siswanya
Untuk diketahui, dalam perkara tersebut, terlapor adalah Kepala Sekolah SMAN 1 Banyuates bernama Sugeng Harinanto. Dugaan pungli tersebut meledak setelah sebelumnya sejumlah siswa melakukan aksi demonstrasi di halaman sekolahnya.
Saat melakukan aksi, para siswa membeberkan dugaan penyimpangan bantuan BSM dan PIP. Selain itu, siswa juga menuding pihak sekolah mengambil haknya, sebab siswa yang tercatat penerima bantuan tersebut tidak merasa menerimanya. (MUHLIS/ROS/DIK)