SUMENEP, koranmadura.com – Sejak diluncurkannya kartu asuransi nelayan oleh pemerintah pada 2016 lalu, hingga kini di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Tumur, baru 14 ribu dari 41 ribu nelayan yang memiliki kartu asuransi.
Sebagian besar nelayan belum memiliki kartu asuransi diduga karena kurangnya sosialisasi dari Dinas Perikanan. Sehingga banyak nelayan yang seakan tidak peduli dengan adanya kartu asuransi itu.
“Kami harap dinas terkait mengupayakan agar lebih aktif melakukan sosialisasi atau menjemput bola ke bawah, agar masyarakat yang belum memiliki kartu asuransi nelayan segara mengurusnya. Karena kami curiga mereka tidak mengurus karena tidak tahu,” kata anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi.
Menurutnya, keberadaan kartu asuransi nelayan sangat dibutuhkan oleh nelayan. Sebab program tersebut sangat membantu bagi masyarakat yang mata pencahariannya melaut. Mereka akan mendapat bantuan manakala sakit, kecelakaan laut, dan atau meninggal dunia.
“Kami berharap kepada masyarakat kepulauan dan daratan yang bekerja sebagai nelayan agar segera mengurus kartu asuransi nelayan, karena program ini sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arief Rusdi mengatakan sosialisasi pada nelayan mengenai kartu asuransi sudah sering dilakukan. Namun, untuk penentuan kuota kartu asuransi nelayan ditentukan oleh Pemerintah Pusat. “Untuk kuota tahun ini masih belum turun,” jelasnya.
Menurutnya, jika mengacu pada kebijakan tahun 2017, Sumenep bisa mendapatkan jatah 5 ribu asuransi untuk nelayan. “Tapi untuk lebih jelasnya, kami masih menunggu dari pusat. Kami sudah berusaha untuk berkomunikasi, tapi masih belum tahu jatahnya,” jelasnya. (JUNAIDI/MK/VEM)