SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Sosial Sumenep, R Aminullah membenarkan adanya penmgemis yang masih intens meminta-minta, utamanya di bulan Ramadan. Sesuai hasil pendataan yang dilakukan Dinsos, rata-rata mereka berasal dari kecamatan wilayah barat Sumenep.
”Pengemis yang paling banyak sekali dari (Kecamatan) Pragaan, terus ada lagi asal Kecamatan Batang-batang dan Kecamatan Batuputih. Tapi basisnya di Pragaan,” katanya saat dikonfirmasi media di tempat kerjanya.
Menurutnya, bagi sebagian warga Kecamatan Pragaan perilaki meminta terkesan telah membudaya. ”Itu kebiasaan sudah,” jelas Minul.
Sebab, beberapa tahun silam Pemkab Sumenep mencoba untuk mengajukan bantuan yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi produktif kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, setelah bantuan itu diberikan, penerima manfaat menolak karena harus melepas profesi sebagai pengemis.
”Tidak mau ditolak, karena harus berhenti mengemis. Mungkin penghasilannya lebih banyak pengemis daripada hasil usaha produktif,” tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta semua elemen masyarakat untuk ikut serta memberikan penyadaran kepada warga yang berprofesi sebagai pengemis. Sebab, perbuatan tersebut secara agama tidak baik. ”Padahal (mengemis) itu masuk perbuatan yang kurang baik,” tandasnya. (JUNAIDI/MK/VEM)