SAMPANG, koranmadura.com – Pengurus Besar PP Sitqon Silaturrahmi Ikhwan Akhowat Thariqat Naqsyabandiyah menyampaikan klarifikasi kepada ribuan jemaah dan kaum muslimin berkaitan dengan rencana penetapan awal dan akhir Ramadan 1439 H di Ponpes Darul Ulum Gersempal, Omben, Kabupaten Sampang.
Humas PP Sitqon, KH Sahibuddin mengatakan, Sitqon dalam mengawali dan mengakhiri bulan suci Ramadan yang mendatang maupun sebelumnya tetap berpedoman pada ikhbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ketetapan pemerintah. Menurutnya, hisab dan rukyat yang dilakukan jemaahnya diketahui bahwa ijtimak akhir bulan Syakban jatuh pada Selasa, 15 Mei 2018 mendatang sekira pukul 18.49 wib.
“Sehingga tidak memungkinkan pada Rabu, 16 Mei 2018 malam, hilal bisa di rukyat secara kasat mata atau di rukyat bil fi’li. Jadi kemungkinan besar bulan Syakban saat ini digenapkan menjadi 30 hari. Dan awal bulan Ramadan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018,” terangnya, Senin, 7 Mei 2018.
Lanjutnya mengatakan, begitupula akhir Ramadan yang diperkirakan pada Kamis kliwon sekitar pukul 02.45 wib dini hari atau diperkirakan pada 14 juni 2018, yang pada sore harinya saat matahari terbenam akan bisa dimungkinkan dirukyat dengan elevasi ketinggian bulan sekitar 8 derajat.
“Sangat dimungkinkan 1 Syawal pada Jumatnya. Tapi kami tegaskan, Sitqon tetap berpedoman pada rukyatul hilal dan ikhbar NU serta ketetapan pemerintah. Jadi apabila ada yang mengatasnamakan Naqsabandiyah di luar ketentuan ini, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab kami sebagai pengurus pusat PP Sitqon,” tegasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)