SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta untuk menggelar operasi pasar di daerah kepulauan, utamanya saat menjelang bulan suci ramadan 2018.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, Selasa, 8 Mei 2018. Menurutnya, selama ini operasi pasar hanya dilakukan di daerah Kecamatan daratan. Sementara masyarakat kepulauan, mengharapkan adanya operasi pasar di wilayahnya. Pasalnya, kata Hairul, setiap hari-hari tertentu, stok sembako sering menipis yang menyebabkan melambungnya harga.
“Pemerintah jangan hanya menggelar operasi di daratan. Masyarakat pulau lebih membutuhkan. Apalagi ketika terjadi cuaca ekstrem dan persediaan mulai menipis,” katanya, Selasa, 8 Mei 2018.
Ketua Barisan Muda (BM) PAN Sumenep ini menyarankan, agar pemerintah membangun gudang penyimpanan sembako untuk mengantisipasi tingginya harga kebutuhan pokok. Sebab pada saat cuaca baik, sambung pengusaha muda Kota Keris ini, sembako yang ada di gudang penyimpanan tersebut jangan dikeluarkan. Baru dikeluarkan apabila kondisi darurat.
“Apabila pemerintah tidak melakukan seperti ini, masyarakat lagi-lagi akan jatuh ke lubang yang sama. Setiap tahun persoalan yang sama terjadi dan seakan tidak ada solusinya. Jadi jangan pasrah saja terhadap alam,” tegasnya.
Untuk diketahui, selama ini, ketika terjadi cuaca buruk, semua kebutuhan hidup di pulau melambung tinggi. Sebab, jumlah kebutuhan hidup berkurang dan dari daratan tidak bisa mengirimkan pasokan. Seperti halnya harga LPG 3 kg, ketika normal harganya Rp 21 ribu bisa tembus mencapai Rp 35 ribu per tabung ketika sedang kurang pasokan. (JUNAIDI/ROS/DIK)