SUMENEP, koranmadura.com – Pembangunan bandar udara (bandara) di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkesan hanya sebatas wacana. Pasalnya, hingga kini rencana pembangunan sarana transportasi udara itu belum ada kejelasan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Sustono mengatakan, saat ini pembangunan runwai belum bisa dilakukan. Karena belum ada penentuan lokasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Tunggu penlok (penentuan lokasi) dari Kementerian Perhubungan,” katanya saat dikonfirmasi media.
Menurutnya, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Dishub terdapat perubahan lokasi. Awalnya, pembangunan bandara direncanakan akan diletakan di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
Wacana pembangunan bandara itu muncul sekitar tahun 2014. Sehingga tahun 2015 pemerintah daerah menganggarkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp8 miliar. Hanya saja anggaran tersebut hanya terserap sekotar Rp1 miliar.
Anggaran yang bersumber dari APBD tingkat II itu dibelanjakan untuk pembebasan lahan seluas 7 hektar dari total kebutuhan luas lahan sekitar 18 hektar. Adapaun harga tanah permeter Rp 10 ribu.
Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara ditaksir membutuhkan sekitar Rp 19,1 miliar. Rincianya, Rp 1,1 miliar untuk pembebasan lahan seluas 11 hektare, dan Rp 18 miliar akan digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas bandara yang lain, seperti pembangunan runway, terminal, lokasi parkir, dan juga pembangunan ruang tunggu penumpang.
Namun, lokasi yang bakal dibangun itu ternyata direvisi. Saat ini lokasi yang baru belum ada kejelasan. “Dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum ajukan revisinya (kepada pemerintah pusat),” jelas Sustono.
Apakah ada anggaran ditahun 2017?, Sustono mengaku tidak ada. Sementara anggaran tahun sebelumnya, dia mengaku tidak tahu. “Tahun 2017 tidak ada anggaran, kalau yang tahun 2016 ada, tapi (kepala dinasnya) bukan saya,” tegasnya.
Tahun 2016 Dishub dijabat oleh Mohammad Fadillah, saat ini Fadillah menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja. Sementara Sustono tahun 2016 menjabat sebagai Asisten Setkab Sumenep. (JUNAIDI/MK/VEM)