BLITAR, koranmadura.com – Sumaji (54), sopir truk tronton ditemukan meninggal mendadak. Saat meninggal, posisinya sedang jongkok di dekat roda belakang truk yang dikemudikannya.
Sebelum ditemukan meninggal, warga Boyolangu Tulungagung itu mengeluh sakit di bagian perutnya. Sumaji ditemukan meninggal, saat truk trontonnya menurunkan muatan di gudang Pupuk Pusri (Petro) Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
“Tadi sewaktu perjalanan ke sini memang mengeluh perutnya sakit. Pas kami temukan meninggal, posisinya duduk membungkuk dekat roda belakang,” terang kernetnya, Basuni (53), pada polisi, Sabtu 19 Mei 2018.
Basuni melanjutkan, awalnya dirinya dan tiga rekan tukang angkut tidak mengetahui keberadaan Sumaji. Namun saat mereka melihat Sumaji di dekat roda belakang, mereka lalu merasa curiga.
“Dipanggil diam saja. Lalu saya dan teman-teman mendekat. Kami selonjorkan kakinya ternyata sudah dingin badannya, nafasnya sudah gak ada,” jelasnya.
Kejadian ini lalu mereka laporkan ke polisi. Petugas Polsek Talun lalu olah tempat kejadian perkara. “Sementara jasad korban kami bawa ke RSU Ngudi Waluyo Wlingi untuk visum luar,” terang Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha.
Hasil visum luar, lanjut Aniss, tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuhnya. Selain itu, pihaknya juga mengamankan SIM, KTP dan dompet korban untuk selanjutnya diserahkan ke keluarganya.
“Namun karena keluarga menolak jasadnya diotopsi, saat penyerahan tadi kami juga minta membuat surat pernyataan bermaterei yang menyatakan bahwa korban meninggal karena sakit,” pungkasnya. (DETIK.com/ROS/DIK)