SUNENEP, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep menyelidiki jenis senjata api (senpi) yang digunakan pelaku penembakan Ibnu Hajar, warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Penyidik telah mengirimkan proyektil ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur. “Proyektilnya sudah kami kirim ke Tim Labfor. Itu untuk mengetahui jenis senjata yang dipakai pelaku, apakah senjata rakitan atau organik,” tutur Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid, Kamis, 3 Mei 2018.
Baca: Ditembak Orang Misterius, Ibnu Hajar Tewas
Mukid mengatakan, jenis proyektil yang dikirim ke tim Labfor Polda Jatim adalah kaliber 38. Jenis tersebut sama dengan proyektil yang biasa dipakai oleh petugas Kepolisian. “Tapi meskipun sama bukan lantas anggota pelakunya. Saat ini masih sedang didalami,” ungkapnya.
Proyektil itu, kata Mukid, menjadi barang bukti polisi guna mengungkap pelaku dan motif kasus tersebut. “Soal olah TKP (tempat kejadian perkara) sudah dilakukan kembali oleh Petugas dari Polda kemarin,” jelasnya.
Selain melakukan olah TKP, penyidik Polsek Talango juga telah melakukan pemeriksaan pada 8 saksi. Bahkan sejumlah petugas tetap disiagakan di lokasi kejadian. “Dari hasil pemeriksaan belum mengarah pada pelaku, dan juga motif aksi penembakan itu,” jelasnya.
Baca: Ini Jenis Peluru yang Ditemukan di Tubuh Ibnu Hajar
Untuk diketahui, Jum’at, 20 April 2018, Ibnu Hajar ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.45 wib pada saat mengirim beras ke panti asuhan, di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.
Korban ditembak saat mengendarai motor Honda Beat bernopol B 4906 TCJ warna putih sesaat setelah dia keluar dari rumahnya sekitar 10 meter. Kejadian tersebut menyebabkan Ibnu Hajar meninggal dunia. (JUNAIDI/ROS/DIK)