SUMENEP, koranmadura.com – Ratusan nelayan dari Kecamatan/Pulau Talango mendatangi Kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin, 7 Mei 2018. Kedatangan mereka menyampaikan aspirasi terkait maraknya penggunaan alat tangkap ikan jenis sarka’ di wilayah perairan Talango oleh nelayan luar kecamatan.
Salah seorang perwakilan nelayan, Muhammad Hosni menjelaskan, tujuan kedatangan pihaknya ke kantor DPRD kali ini untuk mencari solusi, sebelum terjadi hal-hal tak diinginkan. Misalnya bentrok antar nelayan.
Dia menjelaskan kronologi permasalahan yang dihadapi nelayan Talango selama beberapa terakhir. Pada minggu kedua bulan April, wilayah perairan Talango “diserbu” sejumlah nelayan luar kecamatan. Mereka menangkap ikan menggunakan alat tangkap jenis sarka’.
“Alat tangkap sarka’ ini berbahaya. Karena dapat merusak ekosistem laut. Selain itu, alat tangkap bubu yang dimiliki masyarakat sekitar ikut rusak,” paparnya, di ruang Komisi II DPRD Sumenep.
Tak hanya itu, sambungnya, akibat “serbuan” masyarakat luar Kecamatan Talango juga menyebabkan hasil tangkapan masyarakat sekitar menurun. “Dan masa panen rajungan menjadi tak tentu,” tambahnya.
Dari persoalan tersebut, pihaknya berharap segera ada solusi dari semua pihak. Sebab menyangkut nafkah. “Sampai sekarang kami masih bisa bersabar. Tapi kalau persoalan ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi konflik antar nelayan,” tegasnya.
Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis sejumlah perwakilan nelayan masih melakukan audiensi di ruang Komisi II DPRD. Di sana tampak Kasatpolairud Polres Sumenep, perwakilan dari Dinas Perikanan setempat, serta sejumlah anggota DPRD. (FATHOL ALIF/MK/VEM)