JAKARTA, koranmadura.com – Para Sekjen partai politik (parpol) pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu di kantor Seskab Pramono Anung beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, disepakati pembahasan cawapres untuk Presiden Jokowi akan mulai dilakukan pasca Pilkada 2018.
“Kesepakatan pertemuan para Sekjen bahwa kita akan membahas ini (cawapres Jokowi) secara intensif setelah hasil Pilkada. Karena bagaimanapun juga teman-teman dari partai lain berharap dari hasil Pilkada ini,” kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, Kamis, 10 Mei 2018.
Berdasarkan hasil survei Roda Tiga Konsultan, ada tiga tokoh yang memiliki peluang menjadi cawapres Jokowi. Tiga nama dimaksud yakni Wapres Jusuf Kalla, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono serta eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Menurut Eriko, nama-nama yang muncul itu memiliki peluang yang sama. Namun penentuannya berada di tangan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri dan tentu Presiden Jokowi sendiri.
“Tentu beliau (Jokowi) sudah mempertimbangkan banyak hal. Kami menyerahkan semuanya kepada Ibu Megawati, ya, untuk membicarakan hal itu dan kalau kita bicara jujur juga ke siapa end user-nya, siapa nanti yang bersama-sama akan menjadi katakan dwi tunggal yaitu Pak Jokowi, dan tentu beliau yang akan melihat itu sejauh apa,” paparnya.
Sekjen partai yang hadir yakni Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PKPI Imam Anshori Saleh, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Hanura Herry Lontung, Sekjen NasDem Johnny G Plate, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Golkar Lodewijk Paulus. Sementara Sekjen PAN Eddy Soeparno tak datang pada pertemuan itu. (DETIK.com/ROS/DIK)