SUMENEP, koranmadura.com – Tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di pom mini yang terbakar, Selasa, 29 Mei 2018 pagi berkapasitas 600 liter. Pom mini tersebut diketahui milik H Adnan, Sekretaris Desa (Sekdes) Bataal Barat, Kecamatan Ganding.
Informasinya tempat penyimpanan BBM itu diletakkan tidak jauh dari dispenser. Bahan bakar itu disimpan di dalam drum besar. “Kapasistas volume BBM di Pom Mini itu sebanyak 600 liter,” kata Kasubbag Humas Pores Sumenep, AKP. Abd Mukit.
Dalam ruang penyimpanan tersebut, lanjut Mukit, mampu menampung tiga jenis BBM, yakni premium, solar dan pertamax. “Tempat penyimpanan tiga jenis BBM itu masing-masing berkapasitas 200 liter,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan pom mini milik H Adnan terbakar. Akibatnya dua ruko dan satu rumah serta satu gudang kosong ikut terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian, peristiwa itu diduga akibat korsleting listrik yang berasal dari pompa air yang digunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tempat penampungan BBM menuju pengisian (dispenser). Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta. (JUNAIDI/ROS/VEM)