KORANMADURA.com – Melakukan aktivitas di luar ruangan dapat membuat risiko dehidrasi. Apalagi hal tersebut dilakukan sambil berpuasa selama kurang lebih 12 jam. Meskipun demikian, yang terjadi ketika berpuasa merupakan dehidrasi yang ringan dan tak membahayakan nyawa.
Namun, tetap saja hal tersebut mungkin akan menghambat berbagai aktivitas karena kondisi ini menimbulkan beberapa gejala seperti pusing, sakit kepala, dan tubuh terasa lelah.
Bagaimana agar tak mengalami dehidrasi saat puasa? Berikut ini 7 cara efektif mencegah dehidrasi saat melakukan puasa.
- Tetap minum air sesuai kebutuhan
Pada dasarnya, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, sama seperti kebutuhan kalori yang bergantung pada aktivitas serta kondisi fisik dari setiap individu. Namun, memang rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya 8 gelas air per hari atau setara dengan 2 liter air.
Kita bisa menerapkan aturan 2-4-2 ketika berpuasa. Hal ini berarti 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur atau menjelang sahur.
- Jangan terlalu banyak makan makanan asin saat sahur
Baru menjalani beberapa jam puasa sudah merasa haus? Bisa jadi menu sahur alasannya. Ya, makanan bergaram dapat membuat kita haus, bahkan hingga kekurangan cairan. Sebab, garam sangat berpengaruh terhadap pengaturan cairan di tubuh. Terlalu banyak garam yang masuk ke dalam tubuh hanya akan mengacaukan pengaturan tersebut dan akhirnya membuat kita cepat haus.
- Perbanyak cairan di malam hari menjelang sahur
Bila takut kembung akibat air ketika makan sahur, kamu bisa minum dan memenuhi kebutuhan cairan sesaat sebelum tidur malam. Bahkan jika terbangun di malam hari, usahakan untuk menyempatkan minum terlebih dahulu. Hal ini demi memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari.
- Jika makan banyak protein, maka perbanyak minum
Selain makanan bergaram, makanan dengan protein tinggi dapat membuat kita kehausan dalam waktu yang cepat dan kehilangan cairan. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan Experimental Biology, menyatakan bahwa seseorang yang menerapkan diet protein tinggi dan menghindari karbohidrat cenderung berisiko mengalami dehidrasi lebih mudah ketimbang yang tak melakukannya. Untuk menghindari hal tersebut, seimbangkan menu sahur dan minum dengan cukup.
- Konsumsi buah dan sayuran yang beragam
Cairan tak hanya didapatkan dari minuman saja, tapi bisa juga dari makanan. Sebenarnya 10-20 persen kebutuhan cairan bisa kita dapatkan dari makanan. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang mengandung cukup air sehingga kita bisa kenyang sekaligus kebutuhan cairan terpenuhi. Kita dapat mengandalkan buah dan sayuran untuk hal ini. Jadi, penuhi menu sahur dan buka puasa dengan sayur dan buah-buahan.
- Perhatikan obat-obatan yang dikonsumsi (termasuk suplemen)
Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat membuat kita buang air kecil terus sehingga cairan selalu keluar dari tubuh. Jadi, bagi yang mengonsumsi obat-obatan atau suatu suplemen vitamin pastikan obat tersebut tak memberikan efek samping dehidrasi dan membuat tubuh kekurangan cairan.
- Utamakan minum air putih
Hindari mengonsumsi minuman yang berkafein atau memiliki kandungan gula tinggi – apalagi saat sahur. Hal tersebut hanya akan membuat tubuh kehausan dalam beberapa jam saja. Jadi, sumber cairan yang terbaik adalah air putih, selain mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh, air putih tak kan membuat kita berisiko mengalami berbagai penyakit kronis di kemudian hari. (TRIBUNNEWS.com/ROS/DIK)