JAKARTA, koranmadura.com – Program pemerintah di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo memberikan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri dinilai dapat meningkatkan daya beli masyarakat demi kebutuhan rumah tangganya.
Hal tersebut diungkap oleh Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Kita mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan THR, serta gaji ke-13, bagi para PNS, serta anggota TNI dan Polri. Baik, mereka yang masih aktif maupun telah pensiun. Kita berharap, tambahan tersebut dapat membantu, meningkatkan daya beli, serta konsumsi rumah tangga,” kata AHY, dalam orasi Dengarkan Suara Rakyat, di JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Menurutnya, sektor perekonomian tetap menjadi isu utama. Indonesia terdapat 28 juta orang yang berada di garis kemiskinan dan 70 juta orang orang yang masih rentan atau rawan kemiskinan.
“Total jumlah masyarakat miskin, dan rawan miskin ini, setara dengan hampir 40 persen populasi Indonesia. They are, the bottom 40. Guncangan ekonomi, sedikit saja, akan mendorong mereka, ke jurang kemiskinan, yang lebih dalam. Jangan lupakan mereka!” kata AHY.
Dia menambahkan, bagi mereka yang berada di garis kemiskinan tentu tidak bisa mengharap THR dan butuh uluran tangan dari berberbagai pihak. Terutama pemerintah.
“Mereka, umumnya tidak memiliki pekerjaan tetap dan, tidak bisa mengharapkan THR. Mereka perlu perhatian, dan bantuan langsung dari pemerintah. Ini tidak bisa ditunda-tunda!” imbuhnya. (DETIK.com/DIK/ROS)