SUMENEP, koranmadura.com – Pengamanan malam takbiran di Pulau Sepudi Sumenep, Kamis malam 14 Juni 2018 tidak hanya dilakukan oleh pasukan dari pihak kepolisian dan TNI, namun juga oleh sejumlah anggota Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Gayam.
Hosnan Abrari, Pendamping GP Ansor setempat mengatakan bahwa sebagai gerakan kepemudaan pihaknya merasa penting terlibat dalam pengamanan tersebut, sebab menurutnya yang banyak turun ke jalan saat malam takbiran adalah pemuda. “Mereka mengendarai motor dan menggelar konvoi dengan teman-temannya di sepanjang jalan kecamatan, jadi sebagai bagian dari pemuda saya pikir Ansor harus hadir di situ,” tutur Hosnan kepada koranmadura.com
Selain demi keamanan, menurutnya keterlibatan Ansor dimaksudkan untuk mengasah kepedulian anggota GP Ansor sendiri terhadap lingkungannya. Baik soal kemanan maupun soal sosial kemasyarakatan lainnya. “Dengan banyak terlibat dalam kegiatan soasial kemasyarakatan, kami belajar menempa diri dan mengasah kepekaan terhadap fenomena sosial. Dengan begitu kita menjadi tahu apa yang mesti kita perbuat di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu Kapolsek Kecamatan Gayam, Iptu Didit Suhendrianto mengatakan bahwa gelaran malam takbiran yang biasanya banyak diwarnai konvoi para pemuda tak jarang berujung dengan kericuhan. Oleh karenanya, pengamanan perlu dilakukan bersama-sama dan koordinasi dengan banyak pihak.
Menurutnya, ada beberapa organ yang bergabung dalam pengamanan malam takbiran di Pulau Sepudi Sumenep. “Antara lain Polri, TNI, Sappol PP, Ansor, Kokam, D’pass, dan Arka,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Danramil 0827/20 Kepulauan Sapudi Kapten ARH Catur Heri Wibowo. Menurutnya, pengamanan tidak bisa hanya dilakukan sendiri-sendiri oleh peyugas, “Semakin banyak yang terlibat tentu semakin baik. Sebab jangkauan pemantauan akan semakin luas dan makin akurat., tuturnya.
Untuk diketahui, dalam pengamanan ini dibuka tiga titik posko sepanjang jalan raya pancor gayam. Yakni di depan polsek Sapudi, depan pasar sapi, dan pasar gayam. (*)