SUMENEP, koranmadura.com – Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, rumah rusak akibat gempa bumi tadi malam, 13 Juni 2018, mencapai 60 unit. Kerusakan paling banyak terdapat di Kecamatan Batuputih.
Kepada BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi menuturkan, 60 rumah yang rusak akibat gempa bumi berkekuatam 4,8 skala richter (SR) tersebar di tiga kecamatan di kabupaten paling timur Pulau Madura. Selain di Kecamatan Batuputih, rumah rusak juga ditemukan di Kecamatan Manding dan Dasuk.
Menurut mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu, jumlah rumah rusak di Kecamatam Batuputih mencapai 54 unit. Sementara di Kecamatan Dasuk hanya 5 unit dan 1 unit lainnya di Kecamatan Manding (di berita sebelumnya, di Manding 5 unit dan 1unit di Dasuk).
Rahman menjelaskan, Kecamatan Batuputih, khususnya Desa Bulla’an, menjadi daerah paling parah terdampak gempa karena paling dekat dengan titik episentrum atau titik pada permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas pusat gempa yang ada di dalam bumi.
“Daerah ini mungkin yang paling dekat dengan episentrum (sehingga menjadi paling parah). Sedangkan Manding dan Dasuk tidak terlalu karena agak ke selatan,” kata dia, menjelaskan.
Sebelumnya, sesuai hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa terjadi pada koordinat 6,88 LS dan 113,94 BT, tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep dengan kedalaman 12 kilometer. FATHOL ALIF