SUMENEP, koranmadura.com – Secara umum Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep, Madura, menilai pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakilnya (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) yang telah berlangsung kemarin lusa, 27 Juni 2018, berjalan lancar.
“Secara umum saya kira pelaksanaan Pilgub tahun ini di Sumenep sudah berjalan lancar dan aman. Meskipun ada sedikit pernik-pernik,” kata salah satu anggota Panwaslu Sumenep, Wahyu Pribadi, Jumat, 29 Juni 2018.
Kendati begitu, Panwaslu Sumenep memiliki sejumlah catatan yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas pemilihan lebih baik ke depan. Salah satu yang menjadi catatan Panwaslu Sumenep ialah terkait angka partisipasi masyarakat yang rendah.
Menurut Divisi Pencegahan dan Hubungan Kelembagaan Panwaslu Sumenep ini, dibanding pemilihan bupati dan wakilnya (Pilbub) Sumenep beberapa tahun lalu, partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jatim lebih rendah.
Wahyu mengungkapkan, pada Pilbup Sumenep tahun 2015 lalu, partisipasi masyarakat mencapai 66 persen. Sedangkan pada Pilgub Jatim tahun ini hanya sekitar 61 persen. “Tapi (terkait partisipasi pemilih) secara resmi belum kami rilis. Karena dari KPU angka pastinya masih tanggal 4 Juli nanti,” tambahnya.
Selain partisipasi pemilih yang menurun, catatan lain Panwaslu Sumenep ialah terkait masih banyaknya masyarakat yang tidak menerima pemberitahuan untuk memilih (C6). “Termasuk, masih ada masyarakat yang memiliki KTP elektronik tapi tak masuk DPT (daftar pemilih tetap),” ungkap Wahyu. (FATHOL ALIF/SOE/D4N)