SUMENEP, koranmadura.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Kapolres Sumenep Fadillah Zulkarnen menegaskan bahwa tidak ada ancaman berarti di wilayah hukumnya. Walau ada ancaman keamanan, tetapi bukan ancaman yang bersifat kriminal.
“Ini kan tidak seperti Pilkada Bupati. Tensinya biasa saja. Jadi insya Allah aman dan lancar,” ujarnya saat halal bihalal bersama Komunitas Pemuda Rumah Kita Kecamatan Bluto di Pondok Pesantren Nurul Huda Gingging, Minggu 24 Juni 2018.
Menurutnya ancaman keamanan yang ia waspadai hanyalah keamanan cuaca di laut saat pengiriman logistik ke berbagai kepulauan yang tersebar di wilayah teritorial Sumenep. “Saat ini logistik pemilu sudah sampai di kecamatan-kecamatan, termasuk di kepulauan. Tapi untuk sampai di tingkat desa kan banyak yang masih harus nyebrang. Sementara cuaca di laut tidak menentu,” sambungnya.
Selain itu, pria yang sudah pernah bertugas di lima provinsi di Indonesia ini menjelaskan bahwa untuk mengamankan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur di Sumenep pihaknya menerjunkan 500 personel kepolisian. “Dan masih ditambah lagi dengan 175 personel yang diperbantukan dari Polda Jatim. Jadi semuanya berjumlah 675 personel,” terangnya.
Dalam acara halal bihalal ini ia didampingi oleh Kapolsek dan Danramil Kecamatan Bluto serta camat setempat. Selain itu turut mendampingi pula beberapa pejabat teras di Polres Sumenep.
“Terimakasih banyak atas kunjungan pak kapolres, pak kapolsek, Pak Danramil, Pak Camat, serta seluruh stafnya. Semoga ini menjadi spirit bagi pemuda Bluto untuk ikut membantu menjaga kemanan,” Kata Zeinul Ubbadi, Pembina Komunitas Pemuda Rumah Kita.
Dalam kesempatan ini hadir pula Ketua MWC NU Bluto, Ketua Ansor, Ketua Baanar, Ketua Banser, Ketua AMPB, Ketua IPNU, dan perwakilam Komunitas Seni Bluto. “Terimkasih, semoga silaturrahim ini bisa terus berlanjut untuk Bluto dan Sumenep yang lebih baik,” ujar Ust. Halili, Ketua MWC NU Bluto. (DAN/SOE)