JAKARTA, koranmadura.com – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketum GerindraPrabowo Subianto, dan dua elite PKS akan pergi umrah bersama-sama. Umrah tersebut pun mengundang reaksi beragam. Bahkan ada yang menyebut, umrah tersebut bukan umrah biasa, tetapi “umrah plus-plus. Sebab tak menutup kemungkinan, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab juga akan bergabung dengan umrah tersebut.
“Kemungkinan besar Habieb Rizieq juga akan bergabung. Apalagi pada saat yang sama, ada beberapa ustadz 212 yang juga umrah. Jika mereka jadi bertemu, selain diskusi tentang umat tentu tidak terhindarkan akan ada obrolan politik,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina PAN Drajad Wibowo kepada wartawan, Jumat (1/6).
Dihubungi terpisah oleh detik.com, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengamini dengan apa yang dinyatakan oleh PAN. Antara Habib Rizieq dan dua tokoh politik itu ada kemungkinan bertemu di sela-sela umrah. Namun, Slamet belum menjawab apakah pertemuan itu nanti membahas Pilpres
“Insyaallah,” kata Slamet menjawab pertanyaan kemungkinan Rizieq Syihab akan bertemu Prabowo dan Amien saat umrah.
Hanura melayangkan ktirik terhadap manuver dua tokoh politik itu. Bagi Hanura, umrah yang dilakukan oleh Amien Rais, Prabowo da elite PKS itu bukan umrah biasa. Partai besutan Wiranto menyebutnya sebagai umrah ‘plus-plus’ karena juga aka nada bahasan politik. Bahkan Hanura menduga pertemuan itu akan digunakan sebagai ajang membahas Pilpres 2019.
“Seperti yang kemarin saya sampaikan bahwa ada tren baru yang namanya umrah ‘plus-plus’, yakni plus bisnis atau plus politik. Tapi yang pasti umrahnya bukan karena Allah SWT, tapi karena jabatan politik. Itu sudah saya sebutkan ‘jabatan politik’ tentunya yang dikejar pilpres,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir lewat pesan singkat.
Hal senada juga disampaikan PPP. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menyayangkan jika jika pertemuan membahas politik itu dilakukan di sela ibadah umrah.
“Sebenarnya kalaupun mereka bertemu ya biasa saja hanyalah gimik politik belaka. Cuma memang tak bisa menghalangi pendapat publik jika kemudian ada yang beranggapan umrah politik,” ucap Baidowi.
Golkar tak seperti Hanura dan PPP. Bahkan Golkar menyambut dengan baik rencana pertemuan para tokoh politik. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily pun memanjatkan doa untuk para tokoh tersebut.
“Semoga kalau tokoh-tokoh seperti Pak Amien, Pak Prabowo, Habib Rizieq dan tokoh lainnya sudah berumrah, semoga lebih religius dan Indonesia lebih adem serta damai. Apalagi menjelang Pilpres dan Pileg 2019 seharusnya suasananya lebih kondusif,” ujar Ace.
PKB pun senada dengan Golkar. PKB menyebut umrah yang dijalankan Prabowo, Amien, elite PKS itu adalah ibadah. Wakil Sekjen PKB Daniel Johan memandang wajar jika ada pertemuan politik secara kebetulan. Ketum PAN Zulkifli Hasan pun memiliki sudut pandang yang sama dengan Wasekjen PKB. Zulkifli mengingatkan agar publik tidak membuat gosip di bulan Ramadan.
“Ya umrah, kok orang politik umrah ya umrah, ya bulan bulan puasa sih nggosip. Orang berangkat umrah ya umrah,” ujar Zulkifli di Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Jalan Thamrin Ketapang, Kelurahan Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang.
Ketua DPP Gerindra Habiburokhman pun meminta publik agar tidak nyinyir soal rencana umrah tersebut. Apalagi jika di sela umrah, Prabowo dan Amien Rais bertemu dengan Rizieq Syihab.
“Saya menyerukan kepada siapapun juga agar tidak nyinyir atas aktivitas umrah yang dilakukan Pak Prabowo dan Pak Amien Rais termasuk jika mereka bersilaturahim dengan Habib Rizieq di Mekkah,” kata Habiburokhman. (Detik/SOE/D4N)