SUMENEP, koranmadura.com – Usai menghadiri grand launching Graha KH. A. Wahab Chasbullah, sekretariat GP Ansor Sumenep, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir langsung bertolak ke Guluk-Guluk, Selasa, 12 Juni 2018.
Dia berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah dalam rangka meresmikan pendirian Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemberian SK Ijin Operasional di Aula As-Syarqawi.
Dalam sambutannya, Nasir menilai Pondok Pesantren Annuqayah sudah sangat tepat mendirikan IST. Sebab beberapa program studi yang diajukan sangat penting untuk menjawab persoalan bangsa Indonesia saat ini. Salah satunya di bidang pertanian.
Selain di bidang pertanian, pembukaan Prodi Teknologi Informasi juga diharapkan mampu mengatasi persoalan hoaks yang belakangan marak di Indonesia.
“Intinya, kehadiran IST Annuqayah ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Madura, dengan terus melahirkan generasi berkualitas dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Untuk diketahui, IST Annuqayah membuka tiga fakultas dan enam prodi, yakni Fakultas MIPA dengan Prodi Matematika, Kimia, dan Biologi; Fakultas Teknik dengan Prodi Teknologi Informasi dan Teknik Sipil; serta Fakultas Pertanian dengan Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP).
“Saya berharap, selain menguasai ilmu agama yang memang menjadi ciri khas santri, mereka juga bisa menguasai berbagai ilmu pengetahuan umum,” harap mantan Rektor Undip Semarang itu.
Peresmian IST Annuqayah ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, KH. Abd. Muqsiith Idris. Setelahnya, Menristekdikti bersama rombongan langsunh berbuka puasa bersama dengan seluruh pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah. (FATHOL ALIF/ROS/D4N)