SURABAYA, koranmadura.com – Pada momentum hari lahir Pancasila, Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno berkomitmen membumikan Pancasila. Satu di antara caranya, dengan bekerja keras mewujudkan kesejahteraan dan persatuan rakyat.
“Membumikan Pancasila bermuara ke kesejahteraan rakyat. Itu harga mati. Kesejahteraan itu tumbuh dengan fondasi persatuan. Seperti semangat kami: kabeh sedulur, kabeh makmur. Semua bersaudara, semua sejahtera,” kata Gus Ipul di Surabaya, Jumat, 1 Juni 2018.
Gus Ipul menyampaikan itu untuk menyambut peringatan 73 tahun lahirnya Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Diketahui, penetapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, dengan dukungan penuh oleh kaum nasionalis, dan didukung ormas-ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga tanggal 1 Juni menjadi Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato Ir Sukarno di depan Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945.
Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menambahkan, Pancasila bukan hanya dasar dan tujuan berbangsa, tapi juga dimaknai sebagai way of life bagi masyarakat Indonesia.
“Dalam konteks pemerintahan, Pancasila diwujudkan lewat kebijakan yang pro-rakyat, politik anggaran yang sepenuhnya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat, serta kebijakan yang melindungi perbedaan. Itu sesuai dengan tujuan besar kami, yaitu kabeh sedulur, kabeh makmur,” ujar cucu Bung Karno itu.
Gus Ipul bersama Mbak Puti lantas menjelaskan tentang pembumian Pancasila di Jawa Timur, berdasar pada nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. “Misalnya, nilai Ketuhanan diwujudkan dengan mendorong pendidikan keagamaan. Kami telah menyiapkan pengembangan madrasah diniyah, beasiswa santri ke luar negeri, insentif guru ngaji dan para hafiz serta hafizah,” tutur Gus Ipul.
Kemudian, nilai kemanusiaan, kata Puti, diwujudkan dengan kebijakan yang memanusiakan seluruh masyarakat Jatim. Termasuk meningkatkan kualitas hidup rakyat dengan beragam program seperti pendidikan gratis SMA/SMK, pembebasan biaya siswa miskin, serta nutrisi untuk ibu hamil dan balita.
“Adapun nilai persatuan kita realisasikan dengan merangkul semua elemen di Jatim untuk berkolaborasi bersama membangun provinsi ini,” papar Puti.
Nilai-nilai kebijakan berbasis musyawarah pun akan dibumikan Gus Ipul-Mbak Puti dengan inovasi baru. Keduanya ingin membuka ruang partisipasi rakyat seluas mungkin. Bahkan akan dibangun sistem berbasis online di mana rakyat bisa bebas usul terkait pembangunan Jawa Timur.
“Kami menerima setiap masukan, kita rembuk bersama. Sistem itu akan langsung jalan dua bulan setelah kami dilantik, dengan kepercayaan mayoritas rakyat,” jelas Gus Ipul.
Tentang nilai keadilan sosial, Wakil Gubernur 2 periode itu telah menyusun program-program kesejahteraan rakyat. Misalnya, pemberian modal untuk kepala keluarga perempuan, pemihakan usaha kecil dengan modal mudah dan murah disertai pendampingan.
Selain itu, juga akan digenjot pemerataan ekonomi dan pelayanan publik ke seluruh pelosok Jawa Timur. “Disparitas ekonomi atau rasio gini kita tekan. Kemiskinan kita targetkan turun jadi 7-8 persen dalam dua tahun setelah menjabat,” ujarnya.
Puti menambahkan, keseluruhan upaya pembumian Pancasila itu diwujudkan dengan semangat gotong royong, seperti dikobarkan kakeknya, Bung Karno.
“Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong-royong. Alangkah hebatnya. Negara gotong-royong” kata Puti mengutip pernyataan Bung Karno. (TRIBUNNEWS.com/ROS/DIK)