SUMENEP, koranmadura.com – Hampir dua bulan sejak peristiwa penembakan terjadi, pelaku aksi sadis yang menimpa korban Ibnu Hajar, Warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep, belum terungkap.
Kepolisian Polres Sumenep kesulitan mencari pelaku penembakan itu. Padahal, ciri-ciri umum pelaku sudah dikantongi sejak peristiwa itu terjadi. Korps baju cokelat itu berdalih menunggu hasil forensik proyektil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur.
“Hasilnya belum dikirim dari Polda, tapi prosesnya tetap jalan,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto.
Proyektil yang dikirimkan ke Puslabfor Polda Jatim jenis kaliber 3,8. Jenis tersebut sama dengan proyektil yang biasa dipakai oleh petugas Kepolisian. Proyektil itu menjadi barang bukti polisi guna mengungkap pelaku dan motif kasus tersebut.
Untuk mendalami perkara itu polisi juga telah memeriksa sebanyak enam saksi. Saksi-saksi itu juga sebagai petunjuk untuk mengungkap pelaku. “Ada enam saksi yang telah kami mintai keterangan. Mereka berasal dari keluarga dan tetangga korban. Pokoknya perkara ini tetap kami dalami,” tegasnya.
Jum’at, 20 April 2018 lalu, Ibnu Hajar ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.45 WIB. Ia ditembak pada saat mengirim beras ke panti asuhan, di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.
Korban ditembak saat mengendarai motor Honda Beat bernopol B 4906 TCJ warna putih, dengan membawa karung berisi beras. Saat keluar rumah sekitar 10 meter, korban ditunggu oleh seseorang. Lantas korban ditembak dari jarak dekat dan menyebabkan Ibnu Hajar meninggal dunia. (JUNAIDI/SOE/D4N)