SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd. Rahman Riadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan sekaligus identifikasi daerah-daerah yang berpotensi terdampak kekeringan tahun ini.
Sesuai hasil pemetaan dan identifikasi BPBD, musim kemarau kali ini ada 46 desa di lingkungan kabupaten paling timur Pulau Madura yang berpotensi terdampak kekeringan, baik kering langka maupun kering kritis.
Menurut mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu, puluhan desa yang berpotensi terdampak kekeringan tahun ini tersebar di 15 kecamatan. Satu di antaranya ialah di wilayah kepulauan.
Sebanyak 15 kecamatan itu ialah Pasongsongan 4 desa; Rubaru 3 desa; Dasuk 2 desa; Batuputih 12 desa; Batang-Batang 4 desa; Saronggi 2 desa; Lenteng 4; Bluto 2 desa; Talango 4 desa: Nonggunung 1 desa; Batuan 2 desa; Ganding 1 desa; Pragaan 3 desa; Ambunten 1 desa; dan Gapura 1 desa.
Rahman menuturkan, sesuai surat edaran yang diterima pihaknya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak akhir Mei lalu Sumenep sudah masuk musim kemarau.
“Sesuai edaran BMKG, akhir Mei sudah memasuki musim kemarau. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus atau September,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DAN)