SAMPANG, koranmadura.com – Penemuan mayat wanita di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Selasa, 5 Juni 2018 kemarin sempat menggegerkan warga.
Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, melalui Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto menjelaskan, korban diketahui bernama Sunariyeh (45), asal Dusun Rojing, Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah. Sedangkan suami korban bernama Atmo (50) yang berprofesi sebagai petani.
“Nah, keesokan harinya sekitar pukul 08.00 wib, mayat korban ditemukan oleh Zaini dan slamet, dua orang nelayan warga Sokobanah Daya saat mencari ikan laut, dalam keadaan mengapung di tengah pantai yang kemudian di bawa ke pinggir pantai tepatnya di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya serta dilaporkan kepada polisi setempat,” jelasnya.
Dilanjutkan AKP Hery, pihaknya kemudian melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan puskesmas Batu Marmar mengenai kondisi korban.
“Di tubuh korban ditemukan luka gores pada lengan kiri yang diduga terkena benturan batu karang saat tenggelam. Korban memakai kaos lengan panjang berwarna kuning dan memakai celana training warna hitam,” paparnya.
Selain itu, tambah AKP Hery, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi (kejang-kejang/ayan). Dengan demikian, pihak keluarga korban menganggap kejadian ini sebagai musibah.
“Dan korban ternyata mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Sehingga kejadian itu oleh pihak keluarga dianggap sebuah musibah,” tandasnya.
Baca: Geger Penemuan Mayat Wanita di Desa Sokobanah Daya
Diketahui, kejadian bermula disaat keduanya usai membeli nasi goreng di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan sekira pukul 19.00 wib. Saat keduanya melintasi jembatan perbatasan antara Sampang-Pamekasan, sandal korban terjatuh.
Setelah itu, suaminya berhenti dan korban mengambil sandalnya. Namun tak disangka, suami korban yang menunggu istrinya di sepeda motor kemudian melihat korban sudah tidak ada. “Akhirnya suaminya mencarinya namun tidak ditemukan,” tandasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)