JAKARTA, koranmadura.com – Politikus senior partai amanat nasional (PAN) Amien Rais menyebut akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51% hanya bohong-bohongan. PDIP pun heran atas tudingan Amien yang seolah tak percaya lagi dengan kemampuan Indonesia.
“Saya justru heran, Pak Amien seperti dan seolah mulai hilang kepercayaan kepada kemampuan bangsa sendiri. Tidak percaya kepada semangat para penyelenggara negara. Meragukan jalan Trisakti, kehendak kuat untuk berdaulat, berdikari, berkepribadian, kepada segenap komponen bangsa,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, Sabtu, 14 Juli 2018.
Diberitakan sebelumnya, Amien Rais menyinggung pemerintah yang baru saja menyepakati akuisisi 51% saham PTFI saat menyampaikan sambutan acara halalbihalal Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.
Menurut Amien, hal itu hanya sebuah kebohongan. “Seolah-olah kita sudah senang karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya, maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka. Gitu,” kata Amien di lokasi acara.
Hendrawan kemudian menjelaskan soal divestasi saham PTFI itu. Dia membenarkan bahwa sejauh ini proses divestasi itu masih dalam tahap pembahasan pokok perjanjian. Namun hal itu menurut Hendrawan juga perlu diapresiasi sebagai sebuah kemajuan.
“Benar, yang dilakukan baru pokok-pokok perjanjian yang pada saatnya ditindaklanjuti dengan transaksi. Namun harus diapresiasi karena ada kemajuan dalam negosiasi,” jelasnya.
Dia mengatakan, tidak mungkin proses akuisisi PTFI itu terjadi dalam sekejap. Transisi akuisisi saham PTFI itu, sebut Hendrawan, juga mempertimbangkan kepentingan banyak pihak. “Kalau inginnya ‘sak dek sak nyet’, seketika sim-salabim, tentu tidak masuk akal. Apa Amien Rais berpikiran mengelola negara pakai ilmu gaib? Transisi akuisisi ini harus berjalan sesuai dengan kepentingan para pihak. Jadi harus ‘win-win’. Pergantian kepemilikan tidak boleh mengganggu operasi dan kinerja korporasi,” tandasnya. (DETIK.com/ROS/DIK)